Senin, 15 September 2014

AKU MENCINTAIMU SEBISA DIRIKU,,

Aku mencintaimu sebisa diriku..
Tanpa haru yang menderu..
Tanpa hati yang mematri..
Tanpa asa yang bersemi..

Aku mencintaimu semampu diriku..
Tanpa kehadiran..Tanpa pujian..Tanpa sentuhan..Tanpa pelukan..

Aku mencintaimu senyaman langkahku..
Tanpa untaian kata cinta..Tanpa hasrat yang menggebu..
Tanpa keberadaan yang berpadu..

Hanya bayangan hatiku dan hatimu yang menyatu..
Karena cinta bukan dosa..
Tapi cinta adalah kejujuran jiwa..
Hingga sampai nanti indah pada waktunya.

Selasa, 05 Agustus 2014

Dilema antara persahabatan dan cinta



Penulis: Alvi Syahrin 
Penerbit: Bukune
Novel ini menceritakan mengenai persahabatan tiga orang pelajar SMA, yaitu Kira, Estrella, dan Adri. Mulanya hanya Kira dan Estrella saja yang berteman. Namun karena suatu tugas mata pelajaran, mereka berdua pun bersahabat dengan Adri, remaja pendiam nan misterius. Perlahan-lahan juga, kelak Kira akan jadian dengan Adri.
Walaupun begitu, hubungan pacaran antara Kira dan Adri tak seperti orang pacaran umumnya. Setiap kali mereka kencan, selalu saja ada Estrella. Kira agak risih, tapi tidak dengan Adri. Adri tak mempermasalahkannya. Adri tak ingin semuanya berubah hanya karena dia sudah menjadi pacarnya Kira. Apalagi faktor lainnya ialah kondisi kejiwaannya Estrella yang memang sungguh butuh teman. Inilah yang tidak dilihat Kira.
Hingga akhirnya, gara-gara Adri yang terus bersikukuh agar Estrella tetap hadir di setiap kencannya, terjadi konflik antara Adri, Kira, dan Estrella. Persahabatan mereka tengah diuji. Mulanya itu terjadi sewaktu Adri mutusin Kira, dan Estrella menolak Danny yang terang-terang suka dengannya. Muncullah gosip tak enak seputar Kira, Adri, dan Estrella. Gosip itulah yang membuat hubungannya Estrella dengan Kira semakin renggang.
Pada akhirnya pula, baik Kira, Estrella, maupun Adri kembali berteman akrab. Ke semuanya itu terjadi sewaktu kepulangannya Estrella dari program pertukaran pelajaran dari Australia. Persahabatan mereka kembali utuh. Selain itu, Estrella  pun tak perlu merasakan kesepian lagi, karena sudah ada Danny yang mencintainya dengan tulus.
Secara keseluruhannya, novelnya blogger asal Surabaya ini cukup apik. Saya suka dengan caranya penulis membuat suatu cerita dari sesuatu yang klise. Anak yang ditinggal mati ibunya dan belum siap punya ibu baru ataupun anak yang harus siap orangtuanya bercerai. Itulah segelintir klise yang ada. Karena itulah, sempat mengira kalau Estrella bakal jadian dengan Adri. Kenyataannya, malah tidak.
Novel ini juga tidak seratus persen bertema cinta. Novel ini berusaha memberikan gambaran ke kita semua tentang apa itu persahabatan dan kesukarannya saat bertemu dengan cinta. Novel ini juga membawa kita bernostalgia dengan masa-masa SMA, walaupun agak terganggu dengan banyaknya istilah asing yang ada. Apakah pemakaian istilah asing di percakapan sehari-hari memang lumrah di kalangan remaja? Tapi it’s okay, saya suka dengan caranya dia mendefinisikan persahabatan tersebut. Selain itu, penggunaan sejumlah lirik lagu sebagai judul babnya sungguh mengingatkan dengan novel Infamous karyanya Silvia Arnie.
Diksinya juga lumayan enak dibaca oleh para remaja, apalagi mengingat setting-nya adalah kehidupan SMA. Begitupun juga dengan konflik yang ada, yang tak terlalu rumit, juga tak terlalu mudah.Mengenai kavernya sendiri, saya suka dan mulai mengerti maknanya. Benar-benar cocok dengan konflik yang ada tersebut. Satu burung yang pergi menggambarkan Estrella yang rela menjauh demi melihat Kira bahagia dengan Adri.
Akhir kata, saya memberikan nilai 8 dari 10 bintang.

BLUE IS THE WARMEST COLOR (2013)



Diadaptasi dari novel grafis berjudul sama karangan Julie Maroh, Blue is the Warmest Color adalah film yang tidak hanya berhasil meraih Palme d'Or pada ajang Cannes Film Festival tahun lalu namun juga berhasil mengguncang dengan kontroversi yang muncul karena konten seksualnya yang sangat vulgar. Selain karena kemenangannya di Cannes film ini memang banyak dibicarakan karena adegan seks lesbian yang dilakoni oleh dua aktrisnya dimana adegan tersebut disajikan dengan vulgar dan berlangsung selama lebih dari tujuh menit. Beberapa cerita miring tentang perlakuan tidak mengenakkan sutradara Abdellatif Kechiche kepada para kru dan pemainnya juga turut mengiringi perilisan film ini. Namun diluar segala kontroversi tersebut, Blue is the Warmest Color memang sebuah film yang begitu kuat dalam bertutur selama durasinya yang mendekati tiga jam. Menggabungkan kisah coming-of-age tentang pencarian jati diri dengan kisah romansa erotis sesama jenis, film ini membuktikan bahwa segala momen vulgar dan ketelanjangan yang hadir bukan sekedar cari sensasi belaka namun merupakan sebuah aspek substansial yang tidak bisa dipisahkan sebagai salah satu pondasi emosi filmnya. Jika dalam novel grafisnya ada sosok Clementine, maka versi filmnya memiliki Adele (Adele Exarchopoulos), seorang remaja SMA berusia 17 tahun.
Bersama teman-temannya Adele sering bergosip tentang para pria di lingkungan sekolah mereka. Adele sendiri tengah memulai sebuah hubungan dengan Thomas (Jérémie Laheurte), namun anehnya Adele tidak merasakan adanya gejolak seperti cinta dan hasrat dalam hubungan tersebut. Suatu hari ia dan sahabatnya yang gay, Valentin (Sandor Funtek) pergi ke sebuah gay bar. Disanalah Adele bertemu dengan Emma (Lea Seydoux), seorang gadis tomboy berambut biru yang dulu pernah berpapasan dengannya di jalan. Keduanya pun mulai saling mengobrol dan rutin bertemu sekedar untuk menghabiskan waktu bersama mengobrol di taman. Perlahan keduanya pun mulai berpacaran dan tinggal bersama. Hari-hari mereka diisi dengan kebahagiaan dan hasrat memuncak yang selalu tersalurkan lewat hubungan seks yang penuh gairah. Namun memasuki paruh kedua dalam kisah kehidupan Adele semuanya perlahan mulai berubah dimana segala kebahagiaan dan cinta mereka mulai mendapat cobaan. Termasuk dilema yang terjadi berkaitan dengan pencarian jati diri dan orientasi seksual dari Adele.

Jika dalam novel grafisnya warna biru terasa mencolok karena selain rambut Emma gambar lainnya diberi warna hitam putih. Dalam versi filmnya, sutradara Abdellatif Kechiche melakukan hal yang mirip dengan apa yang dilakukan oleh Krzysztof Kieślowski dalam trilogi tiga warna miliknya, yakni sebanyak dan sedetail mungkin memasukkan sebuah warna dalam hal ini biru pada tiap-tiap set dan properti dalam film. Mulai dari hal besar yang nampak jelas seperti layar LCD, kostum pemain, air laut bahkan sampai hal-hal terkecil seperti ornamen yang terdapat pada piring dan gelas didominasi oleh warna biru. Tentunya yang paling mencolok adalah warna biru dari rambut Emma. Tapi ini bukan hanya style tanpa substansi, karena tanpa sadar dengan mendominasinya warna biru penonton pun dibuat selalu teringat pada sosok Emma dan secara tidak sadar pula mulai terikat dan tertarik pada sosoknya. Bagaikan sebuah subliminal message film ini mampu membuat bawah sadar penontonnya terikat dengan sosok Emma si gadis berambut biru. Kita sebagai penonton seolah diajak merasakan adiksi dan ketertarikan yang sama seperti yang dirasakan oleh Adele terhadap Emma. Karena itu pada paruh kedua disaat Adele tidak lagi berambut biru, kita juga merasakan rasa kehilangan yang sama seperti Adele. Kita merasa bahwa Emma sudah berubah dan kita pun rindu akan sosoknya yang lama. Inilah kenapa filmnya berjudul Blue is the Warmest Color karena selama menonton kita akan mengasosiasikan warna biru dengan segala kehangatan, romantisme dan kebahagiaan.
 
Durasinya mendekati tiga jam. Alurnya berjalan dengan tempo medium namun beberapa kali muncul adegan berulang. Pergerakan dari satu momen ke momen lain pun memakan waktu yang tidak sebentar. Berbagai hal tersebut memang berpotensi membuat filmnya terasa melelahkan. Tapi semua itu dilakukan dengan tujuan untuk menghadirkan segala aspek dalam kehidupan Adele dengan sejelas dan sedetail mungkin. Paruh pertamanya bertutur tentang Adele yang tengah kebingungan mencari jati diri berkaitan dengan orintasi seksual miliknya. Kita diperlihatkan bahwa Adele benar-benar melakukan pencarian dan bukan hanya dirundung kebingungan belaka. Dia mencoba berhubungan dengan pria tapi pada akhirnya segala hasrat yang ia cari lebih bisa terpuaskan dengan wanita. Kemudian bagaikan takdir akan jodoh kita diperlihatkan bahwa Adele secara tidak sadar melakukan pencarian terhadap Emma dan mereka pun akhirnya dipertemukan. Paruh keduanya pun berjalan dengan serupa, bagaimana hubungan Emma dan Adele mulai bermasalah dan perlahan tergerus semuanya dihadirkan setahap demi setahap dimana tiap tahap dipaparkan dengan begitu mendetail hingga penonton bisa benar-benar memahami isi hati dan pikiran karakternya. Film ini tidak pernah terburu-buru berjalan, bahkan obrolan pertama Adele dan Emma baru terjadi saat filmnya sudah berjalan lebih dari 40 menit.
Kemudian kita sampai pada adegan seksnya yang kontroversial itu. Berjalan lebih dari tujuh menit (kabarnya versi yang diputar di Cannes berjalan lebih dari 10 menit), adegan tersebut benar-benar disajikan dengan vulgar, gamblang dan begitu liar. Adegan seksual yang terasa begitu nyata bahkan disaat saya sudah tahu bahwa kedua aktrisnya memakai vagina buatan yang ditempelkan diatas yang asli saya tetap "terbuai" akan begitu nyatanya adegan tersebut. Tanpa ada iringan musik sedikitpun, hanya erangan dan rintihan dua aktrisnya yang menemani tujuh menit penuh gairah ini dan itu membuat adegannya terasa begitu jujur. Segala hasrat, gairah dan cinta yang ada pada kedua karakternya terpancar begitu kuat dari seks yang terjadi. Tentu saja totalitas serta chemistry yang terjalin antara Adele Exarchopoulos dan Lea Seydoux turut berperan besar pada keberhasilan itu. Namun apakah adegan seks yang panjang dan vulgar ini hanya sekedar penambah bumbu erotisme? Tentu saja tidak, karena berkat momen inilah saya dibuat merasakan bagaiaman besarnya hasrat dan rasa cinta yang terjalin diantara Adele dan Emma. Pada akhirnya adegan seks tersebut tidak hanya menjadi sekedar tempelan dan pemanis belaka seperti yang banyak terjadi dalam film-film mainstream kebanyakan dimana pemain yang berhubungan seks pun nampak tidak menikmati adegan seksnya.
Blue is the Warmest Color tidak hanya sebuah film LGBT saja karena secara keseluruhan kontennya bisa terasa universal. Ini adalah kisah coming-of-age tentang pencarian jati diri, kisah cinta berbalut seksual yang tentu saja dibumbui kecemburuan sebagai konfliknya. Krisis identitas yang dialami Adele terasa begitu kuat mengiringi film ini, bahkan hingga filmnya berakhir pun konflik tentang krisis identitas tersebut masih terus menghantuinya. Namun jika bicara tentang LGBT, film ini juga memperlihatkan bahwa tidak semua LGBT berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Lihatlah Adele dan Emma yang berasal dari keluarga hangat, ramah dan penuh tawa. Bahkan kedua orang tua Emma menegtahui bahwa sang puteri adalah lesbian dan tidak mempermasalahkan itu. Karena pada akhirnya mereka tahu bahwa Emma menjalani hidupnya sebagai lesbian dengan tetap berlandaskan rasa cinta. Blue is the Warmest Color adalah film yang begitu kuat baik dari cerita maupun dari sisi akting dan chemistry dua aktrisnya. Lihat bagaimana keduanya terasa ebgitu jatuh cinta saat obrolan diawal hubungan mereka,lihat bagaimana adegan seks yang penuh gairah itu, lihat juga bagaimana momen putus yang berisikan pertengkaran yang mengaduk-aduk emosi itu. Bukan hal mudah membuat adegan seks lesbian yang penuh gairah dan erotisme menjadi sebuah adegan penuh kedalaman emosional, dan Blue is the Warmest Color berhasil melakukannya.

Senin, 02 Juni 2014

Perjalanan Hidup seorang Guru Music "Kurniawan Rakaberi Prakosa"


Saat beberapa orang datang dan menanyakan ke aku hal yang sama yaitu tentang profesiku dengan nada2 iri :
Lha njenengan lulusan universitas mana?
|Saya belum sempet kuliah, dulu lulus SMA langsung dapet tawaran nglatih musik sana sini, jadi tak telateni saja sampe sekarang
|Oalah kok malah gak kuliah
|Loh mending kaya gini kan, saya gak kuliah tapi bisa cari nafkah sendiri, bisa bantu keadaan ekonomi, daripada yang kuliah tapi cuma buat gengsi aja, malah rugi.|

Trus aku mikir, kadang2 beberapa orang pikirannya masih tertutup, masih melihat sesuatu dari luarnya saja, belum bisa lihat sisi baiknya, apa yang nanti bisa "kami" hasilkan. Jadi begini, mereka masih berpikiran "oh orang ini latar belakangnya aja gak sekolah, apa ya bisa membuahkan hasil yang baik?"
Dipikiranku begini; Lho, sekarang lebih mending gelar dan latar belakang, atau ilmunya? Yang kita utamakan itu adalah ilmu yang dapat "anak-anak" terima serta bermanfaat untuk masa depan mereka kan?
Gak peduli apa latar belakang "si pengajar", yang penting ilmunya tersampaikan dengan baik dan dari awal niatnya sudah baik, yaitu pengen membagi ilmu yang ia punya.
Daripada yang sudah "punya nama" tapi ilmunya gagal tersampaikan ke murid atau malah dia segan untuk membagi ilmunya?
Bukannya menyombongkan diri, saya gak suka kesombongan. Tapi ini kenyataanya, beberapa murid-murid dari beberapa sekolah yang saya didik dalam bidang musik,
bisa meraih beberapa kejuaraan yang patut dibanggakan.

Jadi kesimpulannya begini, kita hidup tidak lepas dari masalah, kita hadir di dunia ini, pasti ada orang2 yang bisa terima kita, tapi ada juga yang gak bisa terima kita.
Jalani hidup anda dengan ketenangan hati, kedamaian terhadap orang lain, dan selalu pada jalan yang baik.
Salam damai, salam budaya, dan SEMANGAT, God Bless You All ... \m/

Jumat, 02 Mei 2014

Hunting makanan Enak ala Anak Kos di Bandung



1. NASI GORENG
a. Borobudur, Jl. Setiabudi
b. Sumber Hidangan, Jl. Braga
c. Braga Permai
d. Daerah Gerlong, dekat rental Prambanan
e. Toko Yu, Jl. Dipati Ukur
f. Jl. Bahureksa - depan SMPK 4 BPK
g. Nasi Goreng Bejo, kantin Fisip UNPAR
h. Nasi Goreng JL. Rajiman
i. Jl. Sadewa
j. Jl. Kresna (depan salon, dekat lapangan)
k. Nasi Goreng Ohar (Pasar Baru)
l. Nasi Goreng Jl. Kresna (depan Salon, dekat lapangan)
m. Nasi Goreng di Abadi, Jl. Setiabudhi
n. Nasi Goreng Ikan Asin, di Kafe Batu, Jl. Burangrang
o. Nasi Goreng Ikan Asin, di Gerbong Antrik
p. Nasi Goreng Jl. Pasirkaliki
q. Nasi Goreng Pak Reso Jl. Cihapit

2. BASO TAHU
a. Borobudur, Jl. Setiabudi
b. Baso Panghegar Jl. Holis
c. Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu
d. Baso Tahu Tegallega, dekat Gg. Jaya, depan Jl. Otista 457
e. Baso Tahu Wibisana, Jl. Rama

3. BATAGOR
a. Jl. Purnawarman (dekat pintu keluar tempat parkir Gramedia)
b. Jl. Cibadak (depan toko buku Merauke)
c. Jl. Burangrang, di Martabak San Fransisco
d. Jl. Bungsu (dekat toko kue 10 Satu)
e. Batagor di Simpang Dago dan Kopo
f. Batagor RIRI Jl. Burangrang
g. Batagor 99, Jl. Pasirkaliki bawah, sebelum stopan Pajajaran



4. GUDEG
a. Jl. Lombok dekat EEP ( pindahan dari jalan Banda )
b. Jl. Surya Sumantri (sejajar museum Barli)
c. Gudeg Kabita, Jl. Jend Sudirman seberang rest. Phoenix
d. Gudeg Jogya Jl. RE Martadinata
e. Jl. Ksatriaan (dulunya gudeg Capitol)
f. Jl. Semar dekat gereja Ka Im Tong
g. Gudeg di dekat SMA Aloy Jl.Sultan Agung
h. Di Jl. Ciumbeluit
i. Segitiga Emas Kosambi, Jl. Achmad Yani

5. BASO MALANG
a. Jl. Cihampelas, dekat wartel/St. East
b. Jl. Rajiman antara Likmi dan SD Paulus
c. Jl. Cipaganti (dekat Mesjid Raya Cipaganti)
d. Warung di Jalan Surya Sumantri
e. Sekitar Mesjid Istiqamah Jl. Citarum (antara Rp. 1000 - 2000)
f. Bakso malang Jl. Burangrang dekat restoran Sedep Malem
g. Bakso Malang Jl. Karapitan
h. Bakso Malang Jl. Riau di depan SMA Taruna Bakti

6. BASO KUAH
a. Depan Hotel Panghegar
b. Baso Panghegar Jl. Holis
c. Mie Baso pangsit, Jl. Lombok dekat prapatan Aceh
d. Baso sapi/pangsit/wonton udang kuah di Bakmi Ayam Jakarta, Jl.Cihampelas
e. Gang Kebon Karet ( Jl. Otista seberang Danamon )

7. LONTONG KARI
a. Dekat Gubernuran, masuk gang
b. Mentok Jl. Semar (masuk lewat Paskal)
c. Gang Kebon Karet ( Jl. Otista seberang Danamon )

8. MIE / YAMIEN + MIE KOCOK + LOMIE
A. MIE / YAMIEN
a. Mie rica Jl. Kejaksaan
b. Gg. Bapa Supi
c. Gg. Luna (Sudirman - Andir)
d. Jl. Balonggede (masuk dari Dalem Kaum sblh kiri)
e. Mie Naripan, di perempatan Jl. Sunda dan Naripan
f. Baso Panghegar, depan Toko You, Jl. Hasanudin
g. Mie Akung, Jl. Lodaya
h. Mie Jl. Kebon Tangkil ( Yamien asinnya enak )
i. Mie Jl. Astana Anyar
j. Yamien Medan, Jl. Tamim
k. Kupat Tahu, Lotek, dan Mie Ayam Jl. Alketeri
l. Mie Abadi (dulunya teh Tanabe), Jl. Setiabudhi
m. Mie Akim, Jl. Rama

B. MIE KOCOK
1. Jl. Banteng
2. Jl. H. Akbar, depan Kartika Sari
3. Mie kocok Jl. Sunda dekat Biliard Manhattan
4. Jl. Semar ( masuk lewat Paskal )

C. LOMIE
a. Jl. Suwatama
b. Jl. Kalipahapo
c. Jl. Gardujati ( Restoran Utara )
d. Jl. Astana Anyar
e. Jl. Gardujati, sejajar dengan restaurant Dunia Baru
f. Lomie di Jl. Rama

9. KWE TIAUW SAPI, GORENG, SIRAM, BUN, dll.
a. Jl. Gardujati (dekat gereja Hokimtong)
b. Jl. Rajiman (warung Artomoro)
c. Jl. Astana Anyar seberang Bank Prima Express
d. Jl. Sadewa

10. SATE
a. Sate ayam Jl. Maulana Yusuf, seberang Gereja
b. Sate Jl. Kejaksaan (Jl.Tamblong ke kiri) samping binatu
c. Sate kambing pak Karjan Jl. Pasirkaliki
d. Sate di depan mie Naripan
e. Sate Madura di Jl. Anggrek (masuknya lewat Riau)
f. Sate dan Gule Warung Tegal di dekat jalan Tol Pasteur (lewat dari Maranatha ke paskal)
g. Sate Hadori di seberang Stasiun KA (St. Hall) masuk lewat Jl. Kebonjati, Jl. Dulatip, belok kanan
h. Sate kambing Jl. Balonggede (seberang Palaguna Plaza) masuk lewat Dalem Kaum sebelah kiri
i. Sate Ayam Jl. Gatot Subroto ( pujasera )
j. Jl. Karang anyar (Bareng tukang juice)
k. Jl. Aceh (blk. tukang besi, 100 m dari stopan)
l. Sate ayam Blora, Jl. Pasirkaliki. dari selatan, sebelum perempatan Pajajaran- PasirKaliki sebelah kanan

11. JAGUNG BAKAR 4 RASA
a. seberangnya Super Indo Dago
b. Cibadak dekat tukang Jus / milk Shake
c. Sepanjang jalan Dago

12. AYAM GORENG
a. Jl. Panaitan (Ayam Goreng Nikmat )
b. Jl. Semar dan Surya Sumantri (Ayam Semar)
c. Jl. Ayam Goreng Brebes, arah ke Lembang
d. Ayam Goreng / Bakar + usus + lalap + sambel "Ngudi Rahayu", Jl. Lombok
e. Ayam Suniaraja (Pojokan, depan Hotel Panghegar)
f. Ayam Goreng Tepung Lamping, Jl. Lamping, Cipaganti
g. Ayam goreng Ma Uneh, Pajajaran (sore jam 5)
h. Ayam Goreng Facktoy (Warung di Suniaraja), dekat Hotin
i. Ayam Jogja Jl. Putri dan Jl Kejaksaan
j. Ayam POP Ciumbeluit atas, sesudah UNPAR
k. Ayam rica di Jl Setiabudhi (masuk gang) kira-kira 200 m setelah Enhaii sebelah kiri
l. Di samping ayam goreng Brebes dan ayam goreng 2001, Lembang (sambelnya lebih enak)
m. Ayam goreng Raben, Ciumbeluit

13. BUBUR AYAM
a. Jl. Asia Afrika (dekat PR)
b. Gg. Kasmin - Jend. Sudirman
c. Jl. Jend. Sudirman, lewat caringin sebelah kanan, daerah Jamika (malem)
d. Perempatan Pasteur-Paskal, dekat rumah makan Naya
e. Mang Oyo, Dekat RS. Sumber Asih, depan lapangan, di depan Jl. H. Hasan dan H. Wahid (daerah Dipati Ukur)
g. Jl. Pajajaran (dari arah IPTN - lewat Jl. Pandu sekitar 20-40 m, sebelah kiri)

14. PEMPEK
a. Pempek Rama, Jl. Rama
b. Jl. Karang Anyar, sedikit di bawah pempek Setiabudhi masuk gang
c. Pempek Pak Raden Jl. Rama
d. Pempek di pertigaan Kalipah Apo- Otista

15. ROTI BAKAR
a. Jl. Gardujati
b. Jl. Kote (daerah Jl.Sudirman)
c. Jl. Kasmin (daerah Sudirman)
d. Jl. Ganesa (dekat Borromeus)
e. Jl. Surapati
f. Jl. Dago

16. RONDE JAHE
a. Jl. Burangrang, Martabak San Fransisco
b. Jl. Alketeri , Asia Afrika
c. Jl. Sumatera (seberang bioskop Regent)

17. LOTEK
a. Lotek Kalipah Apo, Jl. Ciguriang - sebelah King Shopping
b. Jl. Moh. Ramdan, dari arah Jl. Pungkur sebelah kiri
c. Di komplek Sumber Sari, seberang BCA
d. Jl. Macan
e. Jl. Kelenteng
f. Jl. Mahmud (jam-jam Sekolah)
g. Jl. Haji Akbar (dekat Kartika Sari)

18. SWIKE
a. Jl Cibadak pengkolan Jl Cibadak-Astana Anyar.
b. Jatiwangi Jl. Cihampelas.
c. Jl. Gandapura, sebelah Next Computer

19. PEUYEUM
a. Pasar Sederhana
b. Jl. Cihampelas

20. MINUMAN
I. Es Campur
a. Dekat Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu "Es Campur Bungsu" -
Asal mula es campur OYEN.
b. Es 'campur' di Sultan Plaza lt atas
c. Es Campur Jl. Putri

II. Es Cendol
a. Es Cendol Elizabeth Jln Cihampelas, dekat Sapu Lidi Jeans
b. Es Cendol Nurita di salon Nurita Jl Sulanjana dekat Widji

III. Aneka JUICE
a. Aneka jus Bakmi Ayam Jakarta, Jl. Cihampelas (sebelah Karya Umbi)
b. Warna Sari Kantin, Jl. Taman Sari
c. Kantin Sakinah, belakang pasar Simpang, Jl. Tubagus Ismail
d. Cibadak , Milkshake jus (tempatnya tukang jagong, pengkolan gang Kasmin)
e. Jl. Gardujati
f. Jl. Kalipah apo
g. Jl. Astana anyar
h. Jl. Rama

IV. Yoghurt
a. Jl. Cisangkuy
b. Kantin Masjid Salman ITB

21. SOP KAKI SAPI
a. Di ujung Jalan Banceuy
b. Di seputaran PLN Asia Afrika

22. MASAKAN JEPANG
a. Warung Jepang, dekat simpangan Karang Anyar - Astana Anyar
b. Hanamasa, Inazuki, Miyazaki

23. MASAKAN MANDARIN
a. Phoenix, Jend Sudirman
b. Chinese Food, Jl. Sunda, seberang Yogya Dept. Store
c. Jl. Paskal, depan Hotel Familie II
d. Masakan Mandarin di Jalan Yo Soen Bie
e. Rose, Jl. Ahmad Yani
f. Dunia Baru, Jl. Gardujati
g. A Siong, Jl. Kebon Kawung (sejajar dengan martabak Canada)

24. STEAK
a. Road Cafe, di Jalan Cilaki
b. Chiba, Jl. Dr. Rum
c. Pasadena, di daerah Sukajadi
d. Milala, Jl. Lombok dekat SMAN 5
e. STEAK a la Jepang Ichiban, Jl. Abd. Rahman Saleh
f. Di sebelahnya ENHAII
g. Taboo, Jl. Burangrang di sebelah Wartel, - dekat Bank Bali
h. K'One El's di belakang Unpar
i. Tizis, Jl. Kidang Pananjung, Dago
j. Glosis, daerah Ciumbuleuit
k. Jl. Sadewa
l. Bayou steak

25. RUJAK/ASINAN
a. Jl. Tengku Angkasa, Dipati Ukur
b. Jl. Kalipah Apo , tempat lotek Kalipah apo
c. Jl. Kelenteng
d. Jl. Macan
e. Rujak Sumber Sari
f. Jl Pungkur (dekat Karapitan)

26. KUPAT TAHU - TAHU
a. Pasar Balubur, di belakang tukang buah
b. Jl. Putri (ujung)
c. Tahu Yun Sen, Jl. Jendral Sudirman
d. Kupat Tahu di Jl. Gempol Wetan (dekat pasar)
e. Kupat tahu petis di pertigaan Jl. Reog dan Jl. Angklung
f. Kupat tahu petis di Jl. Pungkur, di sebelah Bengkel Teknik Willy's

27. SOTO
a. Soto Bandung dan Aneka Jajanan Buka Puasa Jl.Macan, Buah Batu
b. Soto Po Jl. Kelenteng
c. Soto Po Jl. Veteran (sebelum Jl. A.Yani, setelah Jl. Sunda)
d. Soto Banjir Jl. Astana Anyar

28. BAKERY
a. La Belle, Jl. Dago
b. Sweet Heart/Bawean, Jl. Bawean dan Riau, Nougat Cake - Wafer Coklat
c. Rasa, Jl. Tamblong (Ice Cake, Black Forest)
d. Abadi, Jl.Purnawarman
e. French, Jl. Braga

29. KUO TIE
a. Kuo Tie Santung, Jl, Pasirkoja
b. Kuo Tie di Jl Cibadak
c. Kuo Tie, Jln.Martadinata
d. Kuo Tie Utara Jl. Gardujati
e. Kuo Tie Jl. Rama

30. MARTABAK
a. San Fransisco Jl. Burangrang
b. Martabak Jagung Jl. Sudirman dekat pasar Andir
c. Martabak Capitol Jl. Sudirman dekat Capitol Plaza
d. Martabak Canada Jl. Kebon Kawung
e. MARTABAK HOLLAND Jl. Cibadak *GRIN*
f. Gg. Kasmin - Jend. Sudirman

31. KEPITING
a. Restoran Shantung Jl. Pasirkoja
b. Restoran Rose Jl. Ahmad Yani
c. Restoran Mustika, Jl. Ciumbuleuit
d. Seafood Jl. Sulanjana

32. SEAFOOD
a. Inti Laut ( Restoran ) Jl. Pasirkaliki
b. Pancoran ( Restoran ) Jl. Terusan Pasteur
c. Nelayan ( Restoran ) Jl. Terusan Pasteur

33. NASI KUNING
a. Jl. PasirKoja
b. Jl. Gardujati

Kamis, 21 November 2013

"...300 tahun untuk Cinta..." by REY

Cinta adalah HUKUMAN, hukuman agar kita terus menerus memikirkannya dalam helaan nafas kehidupan. Hukuman agar kita tersudut dalam satu kata Rindu hukuman agar kita terus menunggu dalam waktu yang belum pasti, ketika angin berlalu dan dedaunan beterbangan sepertinya hukuman itu selalu membuat hidup seperti mati dan mati seperti hidup.

Siapa yang ingin kita cintai saat senja mulai beranjak pergi? Kenangankah? Atau rasa rindu? Cinta mungkin rumit bagi sebagian orang belum memahami maksut dan tujuannya. Namun cinta cukup kita rasakan saat saat kita kehilangan kekuatan untuk bangkit, bangkit dari sebuah penantian lama. Sejauh jarak memandang disana ada cinta.

Mau 300 tahun lamanya cinta itu akan selalu d awali dengan kata menunggu, kenapa selalu kita menunggu cinta? Karena cinta datang dengan caranya yang sulit di pahami oleh nalar manusia.

Ketika cinta itu datang, mungkin kita sedang berduka, kehilangan, putus asa, atau mau mati. Di saat itu cinta datang menyelamatkan kita dari masa masa sulit dan membiarkan kita bahagia dengan takdir.

Di kehidupan dulu mau pun sekrang, 300 ribu tahun yang lalu atau di 2014 nanti, cinta akan selalu membuat kita menunggu. Sekalipun kehidupan berulang ke 2 kali.

Senyumnya, matanya, bibirnya, hidungnya masih sama. Masih sama cantiknya saat pertama kali berjumpa, sekalipun umur bertambah namun tak mengikis rasa itu. Karena cinta tak melihat perubahan fisik cinta selalu sama dari dulu sampai sekarang.

Cinta itu apa sih? Apa cuma kata kata yang mengetarkan hati, membuat tangan gemetaran saat mendengar kata Cinta? Atau cinta itu seperti permen min yang keras saat di kunyah namun saat pecah di mulut menghasilkan rasa sejuk dalam tenggorokan. Simpul saja cinta itu apa sendiri, yang pasti cinta buat aku adalah di saat aku menepati janji untuk menemuinya dan mengatakan "... Maaf aku sudah buatmu menunggu..." itulah cinta, cinta selalu membuat kita menunggu mungkin atau mungkin tidak, terkadang bisa di artikan begitu. Dan sedangkan MAAF adalah satu kata kerendahan hati kita untuk menurunkan ego dan menaruh di kaki lalu bersukut kepada cinta.

Cinta itu seperti kam*
Di manapun dahulu kita hidup bagaimana pun jodoh kita, di kehidupan mendatang percaya pasti terulang kembali. Karena cinta akan mencari takdir untuk mempersatukan mereka kembali sekalipun di dunia yang sekarang.

Cinta itu rumit bagi yang tak sabar menunggu datangnya takdir, mungkin hari ini atau besok siapa yang mengetahuinya. Cinta selalu punya caranya masing masing mengHalau si manusia yang beruntung itu,

aku berharap bisa menemuinya lagi dan merangkul tangannya kemudian ku hentikan waktu. Berharap bisa membelai rambutnya dan mengatakan betapa cantiknya dirimu kemarin, hari ini dan esok nanti.

Cinta itu seperti kamu bagun pagi dan melihat indah matahari pagi yang terus menerus menyapamu.

Cinta itu seperti tersenyum saat bersamanya yang membuat kita nyaman sekalipun kehidupan ini akan berakhir.

Cinta itu seperti sore yang teduh di bawa pohon duduk bersamanya tampa sepatah katapun.

Cinta itu seperti malam yang sunyi bertaburan bintang dan berada dalam pelukannya.

Cinta itu seperti terbaring lelah dan mendapati dia berada di samping kita.

Cinta itu seperti sebuah pengorbanan yang tak memikirkan hidup sekalipun itu konyol.

Cinta itu seperti nyata tapi tak nyata, seperti ada tapi tak ada, seperti hidup tapi mati dan seperti mati tapi hidup.

Cinta itu seperti menunggumu untuk menepati janji. Itulah cinta sekalipun kita lahir, besar tua dan mati cinta akan selalu ada dia tidak akan mati dia akan selalu mengikuti kita di saat kita lahir kembali ke 2 kalinya atau mati ke ratusan kalinya, cinta itu selalu bersama kita dengan jodoh dan perjumpaan yang tak bisa kita tebak dengan apa pun. Dan itulah cinta.

Sabtu, 09 November 2013

2013, Patut di Syukuri



Sahabat Rey, hidup adalah sebuah perjalanan yang suka tidak suka harus kamu lalui, dalam kondisi apapun. Ada kalanya kita berhenti sejenak dan mengingat masa lalu. Sekalipun banyak orang mengatakan untuk  melupakan masa lalu dan menatap masa depan saja, kamu masih boleh mengenang masa lalu kamu. Mengenang dalam hal ini adalah mensyukuri masa lalu, bukan meratapinya.

Sesunggunya, ada banyak perjalanan yang bisa kamu ambil dari masa lalu. Masa lalu adalah tolak ukur kebijaksanaan kamu. Bila pada masa lalu ada banyak hal yang membuat kamu terluka, terima saja sebagai sebuah upaya untuk mendewasakan kamu, mendewasakan pikiran. Ada banyak bagian dari masa lalu yang bisa kamu iringi ucapan terima kasih. Masa lalu kamu suram? Seharusnya tidak lagi.

Lihatlah dalam sebuah lingkup masa depan,
Di sana ada sesuatu yang tidak ada di masa lalu…
Pada masa depanku, ada banyak buah pengalaman dari masa lalu ku,
Pengalaman yang aku jalani dengan bimbingan Tuhan.

Aku selalu berusaha untuk tidak takut pada gelapnya masa lalu,
Jika aku tidak pernah melihat gelap, bagaimana aku bisa mensyukuri terang ?

Kerika segala sesuatu tampak salah,
Dan tidak ada yang mau mengulurkan tangan…
Aku selalu berpegang pada satu hal,
Mimpiku harus tetap bertahan dalam harapan.

Tuhan, Terima kasaih…
Karena saat ini aku sudah berjalan dalam pencapaian mimpiku.
Terima kasih atas cahaya yang Kau limpahkan dalam gelapnya masa lalu ku
Sehingga aku semakin mensyukuri cahaya yang kau berikan

Sekarang, aku bersyukur atasa masa lalu yang Kau berikan,
Sehingga aku tahu Kau selalu di samping ku untuk menuntun langkahku.
Sekarang, aku memberi harapan besar pada masa depanku,
Sesuatu yang tidak aku dapatkan di masa lalu ku.

Sekarang, kamu bisa mengenang masa lalu kamu sebagai jembatan kokoh hingga mencapai apa yang kamu impikan. Selalu berterima kasih pada masa lalu, karena tanpanya, kamu tidak akan berada pada sebuah pencapaian saat ini.